BAB 3 Dedicated Server

 Dedicated Server merupakan servet yang disediakan sendiri oleh user atau disewa dari jasa pemilik server pusat. Secara mendasar, dedicated server termasuk jenis server pribadi yang hanya digunakan sebagai tempat menyimpan blog/web dengan kunjungan yang extrim, sehingga mampu menangani beban yang sangat tinggi dan melayani jumlah pengunjung yang di atas level jutaan.


A. Evaluasi Dedicated Hosting Server


Tidak ada situs atau aplikasi lain yang bisa dihosting di dalam satu server yang sama. Hal ini berarti bahwa klien mendapatkan penggunaan eksklusif dari semua sumber daya utama server yang terdiri atas CPU, RAM, dan HDD.


1. Kendala Hosting


Banyak pemilik website direpotkan dengan hal teknis seperti instalasi dan konfigurasi server, belum lagi dengan troubleshooting yang harus dilakukan terkait kinerja server. Faktanya, hosting bukan sebatas sebagai brankas file website, tetapi lebih pada penentuan performa website dalam berbagai kondisi. khususnya disaat menghadapi lonjakan traffic yang signifikan. Oleh sebab itu, dibutuhkan layanan hosting berkualitas untuk mengoptimalkan performa website. Tanpa hal tersebut, sebuah website tidak akan bisa berkembang sesuai espektasi meskipun sudah melakukan banyak hal. Secara teori, hosting juga berpengaruh terhadap SEO seperti website lambat, server down, dan roll-back content sangat berdampak terhadap kualitas SEO suatu website, dimana hal tersebut disebabkan oleh layanan hosting yang tidak bermutu.


2. Manfaat dedicated server


Dedicated server menyediakan layanan hosting yang kuat, dapat diandalkan, dan aman. user akan memiliki ruang yang cukup disk dan bandwidth yang besar, lalulintas tinggi, atau situs-situs mission critical yang umumnya dibutuhkan oleh perusahaan besar, organisasi data berat, dan komunikasi online aktif.


3. Cara Kerja 


Menawarkan ruang dan bandwidth untuk host website di server tersedia di unix atau Linux atau Server Windows. Menawarkan layanan untuk mengelola dan memelihara server back up data memonitor lalu lintas server mengakses dukungan teknis dan meningkatkan rencana sebagai perubahan kebutuhan. 


4. Memilih Dedicated Server


    a. Spesifikasi Server


    b. Kapasitas Memori


    c. Faktor Keamanan


    d. Dukungan Teknis


    e. Harga


B. Konfigurasi Dedicated Hosting Server 



Dedicated hosting identik dengan sebuah layanan hosting yang dikelola oleh provider hosting di mana klien dapat menyewa seluruh server dan tidak akan membagikan dengan siapapun.



1. Pengenalan Domain Name


2. Cara Mendaftar Nama Domain


3. Privasi Domain


4. Bandwidth Web Hosting dan File Transfer Protocol


    a. FTP Server 


    FTP server adalah komputer server yang memberikan akses FTP ke jaringan local maupun Internet (global), Macam-macam software pembangun FTP server antara lain adalah FTPd, Pro-FTPd, Wu-FTPd, FTPX, dan Troll-FTPd.


    b. FTP Client


    FTP client adalah komputer yang meminta koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file. Ada beberapa macam jenis FTP client sebagai berikut.



5. Konfigurasi NameServer Hosting



    a. Memiliki domain aktif dan memiliki kontrol penuh terhada domain tersebut dengan Panel Domain diregistrasi tempat membeli domain.


    b. Buatlah NameServer/ChildNameserver di domain panel registrar tersebut. Pastikan sudah memiliki IP Address DNS Server/Hosting Server yang akan digunakan. (jika kesulitan dapat menghubungi Team Support Hosting yang bersangkutan untuk mengetahui IP Address Reseller Hosting).


    c. Arahkan NameServer sesuai dengan Nameserver/ChildNameserver yang telah dibuat. Misalnya ns1.xxx.net dan ns2.xxx.net. Perhatikan gambar berikut.


    d. Setelah membuat dan mengarahkan Nameserver, bukalah WHM kemudian Edit DNS Zone (WHM > DNS Functions > Edit DNS Zone) yang akan dipergunakan untuk NameServer. Jika belum membuat DNS Zone domain tersebut, silahkan di buat terlebih dahulu atau dengan membuat akun baru cPanel sesuai dengan domain yang akan digunakan untuk Nameserver Hosting, kemudian edit DNS zone


    e. Pilih domain yang akan dijadikan Nameserver, lalu klik tombol Edit.


    f. Tambahkan IN A dari ns1 & ns2 di kolom Add New Entries pada menu Edit DNS Zone. Sesuaikan IP Address untuk Nameserver tersebut dengan IP Address DNS Server/Hosting, lalu klik tombol Save.


    g. Konfigurasikan Name Server yang sudah dibuat, agar menjadi default Name Server Hosting di menu WIIM 


    h. Tunggu sampai NameServer yang buat menyebar ke internet (propagasi) maksimal 1x24 jam. 



6. Upload Website ke Hosting Server



    a. Upload menggunakan File Manager


1) Masuk atau akses login ke cPanel dan klik pada menu / icon File Manager.


2) Jika user berencana mengedit hidden files seperti htaccess, klik pada pilihan "Show Hidden Files" lalu klik Go.


3) Langkah selanjutnya adalah klik tombol Upload di menu utama File Manager.


4.) Selanjutnya akan terbuka window baru atau tab pada browser.Klik pada tombol Browse dan pilih file di komputer yang ingin di upload. Setelah memilih file untuk diupload, secara otomatis akan tampil progress bar. Jika progress bar telah penuh, maka file telah terupload dengan baik.


b. Upload menggunakan software FTP


1) Prosedur umum


    a) Menunjukkan drive dari komputer


    b) Merupakan isi dari folder di komputer.


    c) Jendela Message (pesan)


    d) Jendela Remote Computer (server)


    e) Status transfer file.


2) Prosedur melakukan koneksi ke server.


    a) Pada bagian address diisi dengan mengetikkan nama domain http:// misalnya thoriqkomputer.com, tanpa http://thoriqkomputer.com bukan 


    b) Pada bagian username dan password diisi langsung menggunakan username dan password cPanel


    c) Pada bagian port bisa dikosongkan karena akan diisi secara otomatis oleh FileZilla dengan angka 21 (port untuk FTP adalah 21).


3) Prosedur melakukan upload file.


Koneksi telah berhasil dilakukan, maka dapat melakukan proses upload. Terlebih dahulu masuk ke folder public html pada website, karena public html adalah folder tempat file-file akan ditampilkan. Selanjutnya klik dua kali pada folder public html. Selanjutnya melakukan seleksi file (pada local site) yang akan diupload, lalu klik kanan, dan pilih upload. Atau dengan melakukan drag & drop ke sebelah kanan area, maka secara otomatis file akan terupload.


4) Setelah selesai melakukan upload, pastikan menutup koneksi ke website, apalagi jika menggunakan internet dari fasilitas umum seperti warnet. Caranya dengan klik kanan dan pilih pada icon "disconnect from server".




7. Permasalahan Hosting Server




Beberapa permasalahan hosting server yang sering dijumpai sebagai berikut.




    a. Website bisa tampil tapi gambar tidak tampil




Setelah mengupload file-file website ke server, kemudian mencoba membukanya di web browser. Semuanya tampil dengan baik kecuali gambar, hanya muncul kotak kosong tempat di mana seharusnya gambar tersebut berada.


1) Cek Nama File


2) Permission File


3) Cek Direktori Gambar


4) Gambar Menggunakan Script PHP



    b. Sudah upload tapi website tidak tampil



Penyebab-penyebab masalah tersebut biasanya simpel, namun tetap perlu dianalisis letak kesalahannya sebagai berikut.


1) File tidak terupload ke direktori public_html


2) Tidak ada file index


3) Penulisan nama file index salah


4) Software yang digunakan untuk mendesain web tidak memenuhi syarat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOAL LATIHAN UKK 2026#1

SOAL LATIHAN UKK 2026#2

Latihan Soal UKK – Virtual Private Server (VPS)